Kamis, 17 Januari 2013

perjuangan bangsa indonesia sebelum dan sesudah abad XX


Perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah sebelum abad XX
 Diperlukan pemahaman tentang sejarah perjuangan bangsa untuk membentuk suatu negara yang berdasarkan suatu asas hidup bersama demi kesejahteraan bangsa, selain itu berfungsi untuk memahami Pancasila secara lengkap dan utuh.
 Secara epistomologis, Pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai Pandangan hidup, jiwa dan kepribadian bangsa serta sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia waktu mendirikan bangsa.
• Zaman Kerajaan sebelum Majapahit
Merupakan kerajaan-kerajaan kecil secara silih berganti. Refleksi puncak budaya Jawa Tengah ditandai dengan berdirinya Stupa Borobudur dan Candi Prambanan.
- Jawa Tengah
Kerajaan Kalingga à candi Kalasan & vihara
Dinasti Syailendra à borobudur & prambanan
- Jawa Timur
Kerajaan Airlangga à bangunan keagamaan,
toleransi beragama, pertanian, musyawarah,
dan dagang.
• Zaman Kerajaan Majapahit
Majapahit berdiri pada tahun 1292 di Jawa Timur, mencapai puncak pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada dan Laksamana Nala dengan armadanya mampu mempersatukan Nusantara.
Ciri kehidupan Majapahit :
Bhinneka Tunggal Ikan Tan Hana Dharma Mangrua, yang tertulis di Kitab Sutasoma oleh Mpu Tantular.
Pancasila Krama, tertulis di Kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca (1365).
Majapahit kehilangan kedaulatannya pada tahun 1478.
B. Perjuangan Bangsa Indonesia melawan sistem penjajahan.
• Perjuangan sebelum Abad XX.
Masa kerajaan Islam di Indonesia, mulailah datang Portugis, Spanyol, Belanda dengan tujuan mencari rempah-rempah.
Pada hakikatnya perlawanan secara fisik terhadap Belanda terjadi secara sendiri-sendiri hampir di setiap daerah di Indonesia.
Tidak adanya persatuan dan koordinasi dalam melakukan perlawanan, sehingga tidak berhasil mengusir penjajah, sebaliknya malah memperkukuh kedudukan penjajah. Diperparah karena Belanda menerapkan sistem monopoli melalui Sistem Tanam Paksa (1930-1870).
• Kebangkitan Nasional
– Kebangkitan dunia timur yang menghilangkan keraguan atas kesanggupan berdiri sendiri sebagai bangsa yang terhormat.
• Republik Philipina à Jose Rizal (1898)
• Kemenangan Jepang atas Uni Soviet di Tsusima (1905)
• Partai Kongres India à Tilak & Gandhi
• Boedi Oetomo di Indonesia à Dr. Wahidin Sudirohusodo (1908)
• Gerakan Sun Yat Sen (1911) dengan Republik China
• Boedi Oetomo (20 Mei 1908)
– Merupakan pelopor pergerakan nasional yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.
– Gerakan aktif dalam politik praktis.
– Melahirkan “Generasi 1908” yang merintis hari depan bangsa Indonesia.
– Tumbuhnya berbagai organisasi dan gerakan sosial :
• Serikat Dagang Islam (1909) à H.O.S. Cokroaminoto
• Indische Partij (1913) à Tiga Serangkai
• Perserikatan Komunis Indonesia (1920)
• PNI (1927) à Soekarno, Cipto Mangunkusumo, Sartono
• Partindo (1931)
• Pendidikan Nasional Indonesia (1933) à Moh. Hatta dan Sutan Sjahrir.
• Sumpah Pemuda (1928)
– Semula pemuda berjuang dalam organisasi yang bersifat kedaerahan.
– Golongan muda tampil dipelopori Moh. Yamin, Wongsonegoro, Kuncoro Purbopranoto, dll mengikrarkan Sumpah Pemuda.
– Sikap pemuda Indonesia dipengaruhi oleh perkumpulan mahasiswa Indonesia di negeri Belanda yang bernama “Perhimpunan Indonesia” yang dipimpin oleh Moh. Hatta, Ali Sastroamidjojo, Nasir Datuk Pamuncak dan lain-lain serta Partai Nasional Indonesia.
– Tanggal 31 Desember 1930 berdiri wadah fungsi pergerakan pemuda bernama “Indonesia Muda”.
– Pembentukan BPUPKI dengan ketua Dr. KRT. Radjiman W dan beranggotakan 60 orang tanggal 29 April 1954 yang bertugas mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berhubungan dengan pembentukan Indonesia merdeka.
– Sidang BPUPKI I (29 Mei 1945 – 1 Juni 1945)
Membahas dasar/falsafah negara, 3 usulan :
- Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945)
- Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945) mengemukakan :
1. Teori Negara Perseorangan (Liberalism).
2. Teori Negara Kelas (Sosialism/Komunism).
3. Teori Negara Integralistik.
- Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
• Sidang BPUPKI II (10 – 17 Juli 1945)
Keputusan penting yang dihasilkan :
a. Bentuk Negara à Republik.
b. Wilayah Negara à Wilayah Hindia Belanda.
c. Membentuk Panitia Kecil :
1. Panitia Perancang UUD à Ir. Soekarno.
2. Panitia Ekonomi dan Keuangan à Drs. Moh. Hatta.
3. Panitia Pembelaan Tanah Air à Abikusno.
d. Menyetujui piagam Jakarta sebagai pembukaan UUD.
Sidang Pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 menghasilkan (dasar-dasar) Rancangan UUD.
Pembentukan PPKI tanggal 9 Agustus 1945 dengan tugas menetapkan UUD dan lain-lain mengenai negara Indonesia.
PPKI menjadi Badan Nasional (15 Agustus 1945), karena Jepang menyerah kepada Sekutu.
C. Setelah Proklamasi Kemerdekaan
• Proklamasi Kemerdekaan dan maknanya
– Dari sudut hukum :
Bangsa Indonesia telah merdeka, menghapus tata hukum kolonial, dan menggantinya dengan tata hukum nasional saat itu juga
– Dari sudut politis-ideologis:
Bangsa Indonesia telah lepas dari belenggu penjajahan
– Proklamasi kemerdekaan sebagai titik puncak perjuangan bangsa Indonesia
• Proses Pengesahan Pancasila dan Dasar Negara
– Tanggal 18 Agustus 1945 sidang – I PPKI mengesahkan pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945 menjadi UUD 1945, yang terdiri dari pembukaan dan batang tubuh, setelah diadakan perubahan-perubahan dari Piagam Jakarta
– Perubahan-perubahan tersebut meliputi
• Mukadimah diganti menjadi Pembukaan
• Kalimat “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” diganti “Ketuhanan Yang Maha Esa”
• Perubahan pada batang tubuh UUD 1945, antara lain ayat (1) pasal 29 berubah menjadi “Negara Berdasarkan Atas Ketuhanan Yang Maha Esa”
• Perjuangan Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan
1. Masa Revolusi Fisik
1. Belanda ingin menjajah kembali Indonesia dengan Agresi militer I (tahun 1947) dan Agresi militer II (tahun 1948)
2. Muncul pemberontakan dari dalam negeri seperti DI/TII, PKI Madiun (tahun 1948), PRRI/PERMESTA (tahun 1956),dan G-30S/PKI (tahun 1965)
2. Masa Demokrasi Liberal
 Maklumat Wakil Presiden Nomor X tanggal 16 Oktober 1946
» Menghentikan kekuasaan luar biasa dari Presiden sebelum habis masa berlakunya
 Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945
» Mengubah kabinet Presidensiil (UUD 1945) menjadi kabinet Ministrill (Parlementer) berdasarkan asas Demokrasi Liberal
 Pembentukan RIS dan KRIS (Konstitusi Republik Indonesia Serikat) tanggal 27 Desember 1949
 Lahirnya NKRI dan UUDS 1950
3. Masa Orde Lama
 Mengeluarkan Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959
 Pembentukan MPRS dengan suatu PenPres serta lembaga-lembaga tinggi lainnya
 Pemusatan kekuasaan dengan mendirikan badan-badan yang tidak dikenal dalam UUD 1945, yaitu Front Nasional dan Badan Pengawasan Aparatur Negara
 Pengangkatan Presiden Soekarno menjadi Pemimpin Besar Revolusi dan sebagai Presiden seumur hidup oleh MPRS
4. Masa Orde Baru
 Melaksanakan Trikora, untuk memasukan Irian Barat ke wilayah RI
 Mengadakan sidang MPRS IV tahun 1966, sidang istimewa tahun 1957, dan sidang MPRS V tahun 1968 sebagai suatu koreksi prinsip terhadap penyelewengan yang telah dilakukan oleh Orde Lama
 Sidang MPR tahun 1973, sebagai upaya MPR untuk mengatur kembali, melengkapi, dan menyempurnakan ketentuan-ketentuan UUD 1945 serta melampirkan Pelita dan Repelita II dalam rangka pelaksanaan GBHN
5. Era Global
 Pengangkatan wakil Presiden B.J. Habiebie sebagai Presiden dan pembentukan kabinet Reformasi
 Mengeluarkan TAP MPR-RI No X/MPR/1998 tentang pokok-pokok Reformasi Pembangunan dalam rangka penyelamatan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara
 Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN dengan TAP MPR No XI/MPR/1998
KASUS DARI MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
Bahwa bangsa Indonesia telah berjuang dari sebelum belanda dan portugis masuk ke Indonesia.
Salah satu buktinya dari jaman kerajaan majapahit dan sebelum abad ke XX kita bangsa Indonesia telah mengorbankan banyak darah bagi para pejuang
Contohnya saja pada kerajaan majapahit yaitu , Majapahit berdiri pada tahun 1292 di Jawa Timur, mencapai puncak pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada dan Laksamana Nala dengan armadanya mampu mempersatukan Nusantara.
Yg menganut Bhinneka Tunggal Ikan Tan Hana Dharma Mangrua, yang tertulis di Kitab Sutasoma oleh Mpu Tantular.
Yg artinya :
Berbeda-beda Tetapi Satu, dan tak ada darma yang mendua. Kebenaran hanyalah satu, kebenaran Ilahi. Mengabdipun satu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bersatu dalam perbedaan, kesatuan dalam keragaman
• Contohnya lagi pada abad ke XX, Perjuangan sebelum Abad XX.
Masa kerajaan Islam di Indonesia, mulailah datang Portugis, Spanyol, Belanda dengan tujuan mencari rempah-rempah.
Dan itu semua bedasarkan ideology pancasila yg menjadi dasar Negara kita sampai saat ini.
Pada hakikatnya perlawanan secara fisik terhadap Belanda terjadi secara sendiri-sendiri hampir di setiap daerah di Indonesia.
Tidak adanya persatuan dan koordinasi dalam melakukan perlawanan, sehingga tidak berhasil mengusir penjajah, sebaliknya malah memperkukuh kedudukan penjajah. Diperparah karena Belanda menerapkan sistem monopoli melalui Sistem Tanam Paksa (1930-1870).
dan Indonesia pun menjadi lebih kerja keras yg menghasilkan rapat-rapat dari beberapa tokoh bangsa Indonesia yg terdiri dari :
• Boedi utomo ( 20 Mei 1908 )
• Sumpah pemuda ( 1928 )
• Pembentukan BPUPKI yg terdiri dari
1. Sidang BPUPKI I ( 29 Mei – 1 Juni 1945 )
2. Sidang BPUPKI II ( 10 – 17 Juli 1945 )
Dan pada tahun 15 Agustus 1945 indonesia akan mencapai masa kejayaannya karena jepang telah menyersah dari Indonesia
Dan pada masa ini bangsa Indonesia menyusun strategi yg baru lagi untuk bangsa Indonesia kedepannya
Dan pancasila telah sah menjadi dasar Negara kita pada tgl 18 Agustus 1945
• Proses Pengesahan Pancasila dan Dasar Negara
– Tanggal 18 Agustus 1945 sidang – I PPKI mengesahkan pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945 menjadi UUD 1945, yang terdiri dari pembukaan dan batang tubuh, setelah diadakan perubahan-perubahan dari Piagam Jakarta
– Perubahan-perubahan tersebut meliputi
• Mukadimah diganti menjadi Pembukaan
• Kalimat “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” diganti “Ketuhanan Yang Maha Esa”
• Perubahan pada batang tubuh UUD 1945, antara lain ayat (1) pasal 29 berubah menjadi “Negara Berdasarkan Atas Ketuhanan Yang Maha Esa”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar